Klise

Nyatanya memang begitu… Manusia itu ingin dimengerti. Manuasia itu ingin orang-yang-‘harusnya’-sudah-mengenalnya tahu apa yang dia rasakan. Manusia mencari perhatian agar dilihat, agar ditanya, agar orang lain ingin tahu tentang apa yang sedang terjadi pada dirinya. Manusia itu lemah… Maka mereka terkadang mencari kekuatan dari luar, mencari kekuatan dari orang lain, mencari-cari agar dikuatkan orang lain.

Tapi sayang manusia lain mengalami hal yang sama.

Mereka tidak peduli denganmu. Dia tidak peduli dengan apa yang kau rasakan. Dia tidak mau tahu tentang apa yang sedang terjadi. Mereka sibuk dengan perasaan mereka sendiri. Mereka sudah lelah dengan masalah sendiri. Mereka mungkin kenal denganmu, mereka mungkin tahu apa yang sedang terjadi, mereka mungkin sudah mengira-ngira kenapa kamu melakukan ini dan itu, namun mereka lebih tahu bahwa diam adalah hal yang paling aman yang dapat mereka lakukan. Walau kamu berteriak dalam diam, walau kau merana dengan kesendirian.

Maka berhenti berharap kepada manusia. Mereka tidak bisa membaca pikiranmu. Mereka tidak tahu apa yang kamu mau. Mereka juga lemah. Mereka juga sudah dikerubuti masalah.

Maka jangan cengeng. Masalahmu tidak membunuhmu. Cara berpikirmu yang membunuhmu. Caramu mengambil sikap yang membuatmu mati pelan-pelan. Hadapi! Karena tidak dihadapi pun masalah itu tetap ada di tempatnya. Tabrak! Mau lari kemana pun pasti dia mengikuti. Satu-satunya cara adalah menyelesaikan.

Maka jangan takut. Kamu bukan satu-satunya pengecut. Orang lain pernah merasakan hal yang sama. Orang lain tidak gemilang dengan cara yang mudah. Lalu kamu cemburu kepada mereka? Kamu belum merasakan apa yang mereka rasakan.

Klise.

Yang punya masalah tidak butuh ini. Yang sedang sedih tidak ingin dinasehati seperti ini. Mereka yang terpuruk benci mendengar ini. Mereka tidak peduli karena dunia mereka sudah sempit. Mereka tidak mau tahu karenarasa mereka ditekan dan tertekan. Mereka butuh orang lain untuk hanya menepuk punggung tanpa berkata apapun namun orang itu hadir. Mereka butuh pendamping hanya untuk diam disamping namun orang itu menemani. Mereka tidak butuh kata-kata panjang, kalimat pendek, “Aku disini jika kau membutuhkan.” saja sudah membuat mereka tenang.

Maka dari itu siapa saja yang meringankan beban saudaranya akan di ringankan kehidupan dunia dan akhirtnya oleh Allah azza wa jalla…

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

Wallahu a’lam bish shawaab…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: