Idle

Dia menelepon lagi, seperti biasa curhat…

“Apa yang aku inginkan di dunia? Entahlah. Aku berada pada kondisi idle. Aku tidak menginginkan apapun. Aku tidak punya apa pun yang ingin aku raih. Aku tanpa passion, aku tanpa cita-cita, aku tanpa mimpi. Sepertinya butuh psikiater.”

Yeah, kamu butuh brother.

Sudah tahu arahnya kemana, tapi seperti biasa hanya ingin didengarkan saja. Dia tidak pernah meminta solusi, hanya ingin cerita. Dan mendengarkan sajalah tugas saat ini.

“Mungkin karena terlalu sering kecewa sehingga berharap saja aku malas. Mungkin karena terlalu sering gagal sehingga berjuang saja aku tidak mau. Mungkin apa yang benar-benar aku inginkan tidak mungkin tercapai sehingga aku tidak terlalu menginginkan yang lain. Hidup itu hanya sekedar rutinitas sekarang. Bukan sesuatu yang aku ingin hidupi, bukan sesuatu yang ingin aku tinggali lama-lama.”

Ya ya… Asal jangan coba-coba bunuh diri lagi ya. 

“Maka dari itu aku sedang mencari sesuatu yang ingin aku perjuangkan. Kira-kira apa ya?”

Menyebutkan beberapa kegiatan dan keinginan-keinginan standar orang-orang kebanyakan yang sudah tahu jawabannya adalah penolakan. Dia berbeda. Kadang-kadang menyebalkan.

“Sesuatu yang bisa aku perjuangkan untuk diriku bukan untuk orang lain. Karena untuk orang lain aku berikan segalanya, karena itulah sumber kebahagianku sekarang. Melihat mereka yang kurang jadi senyum, melihat yang menangis punya harapan lagi, melihat yang terjatuh menjadi kuat itu menyenangkan. Karena merasa kurang itu tidak enak, menangis sendirian itu menyebalkan, dan terjatuh berkali-kali itu menyakitkan. So, jika melihat orang lain merasa hal yang sama itu terlarang buatku.”

Setuju brother. Tidak bicara apapun walau tahu bahwa hal inilah yang tetap membuatnya hidup. Mengiyakan saja, mendukung apa yang baik, dan menyanggah jika dia mulai melantur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barang siapa yang menolong kesusahan orang muslim, maka Allah ta’ala akan menolongnya dari kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Bukhari). Beliau juga bersabda: “Barang siapa yang menyelamatkan orang dari kesusahan, maka Allah ta’ala akan menyelamatkannya dari kesusahan pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Lakukan terus, semoga jika memang hidupmu tidak senang di sini, semoga hidupmu senang di sana. Semoga semua yang Kamu lakukan bisa membuatmu ringan di hari pembalasan. Dunia itu sebentar kok, yang sabar ya…

Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya ? [al-An’âm/6: 32]

Meneruskan ngobrol tentang semua hal yang tidak penting lalu dia memutuskan hubungan telepon dengan terima kasih dan doa. Kebiasaan yang tidak pernah hilang. “Semoga hidupmu bahagia, Za…”

Untukmu juga doa itu, Saudaraku…

3 thoughts on “Idle

  1. wira says:

    “Cieee cieeee….” Komen gw shallow bgt ya di heavy blog lw za :p
    Gapapa lah ya…
    Yuk berantem lagi :))

  2. darusetiawan says:

    Rere… kok kayaknya aku yang telpon gituan ya…
    Haduh…aku lupa telpon kamu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: