Doorprize

Lailatul Qadr itu door prize; kupon undiannya diambil di sepuluh hari terakhir, dikocok di waktu-waktu rahasia yang telah ditentukan, dan memanggil nama mereka yang memang jelas-jelas standby untuk menunggu panggilan. Lailatul Qadr hanya untuk mereka yang tenaga sisanya masih banyak, untuk mereka yang terseok tapi masih tersenyum, untuk mereka yang lelah tapi terus memaksakan, untuk mereka yang meninggalkan kehangatan untuk tetap terjaga, untuk mereka yang senang memancing; dapat atau tidak dapat ikan mereka bahagia.

Malam kemuliaan hanya untuk mereka para pengejar pahala…

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.” [HR. Bukhari]

Berhenti untuk mencari-cari ciri setiap pagi datang, berhenti untuk meraba-raba apakah malam ini dia datang atau tidak, berhenti memilih-milih waktu untuk berdiam diri walau memang ada kabar dengan akurasi mendekati 100% yang dikabarkan oleh manusia yang tidak pernah bohong seumur hidupnya dan dipercaya Allah tabaraka wa ta’ala untuk membawa risalahNYA. Dengan tetap berharap bertemu dengannya, namun berhenti untuk memikirkan hal-hal hanya menambah lelah karena gagal mencari ciri, tidak berhasil meraba malam, atau kecewa karena memilih malam-malam yang tidak tepat.

Ah… Ramadhan sebentar lagi pergi. Biarkan diri menikmati saat-saat terakhir. Biarkan diri bermanja-manja dengan berbagai fasilitas yang telah diberikan. Biarkan diri berintim berdua saja denganNYA di malam-malam terakhir. Menghilangkan rasa yang lain sehingga hanya satu rasa yang dominan menampakkan diri. Bagaikan menimang bayi; melihatnya terlelap di pangkuan, melihatnya merasa hangat berada di pelukan, melihatnya nyaman tanpa gangguan saja sudah cukup – sudah bahagia. Tidak mengharap yang lain.

Hanya ingin menikmati 10 hari terakhir ini; lebih banyak berpikir, lebih banyak introspeksi, lebih banyak mengambil hikmah dan pelajaran dari semua kejadian masa lalu, mencari-cari solusi untuk semua masalah yang ada… Terutama menjalin hubungan yang lebih baik denganNYA; mohon ampun, berhusnudzan terhadap semua yang terjadi, bertekad menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, mengobrol lagi seperti dulu…

Doorprize itu bonus. Yang terkadang hilang adalah moment bersama yang lebih akrab denganNYA. Kapan lagi selain Ramadhan sedang di bulan yang lain kita sibuk dengan dunia. Kita terlalu sibuk mengurus manusia lain, tapi lupa hubungan kita denganNYA tidak pernah kita urus. Manusia mungkin mencintai kita, tapi apa Allah mencintai kita juga? Manusia mungkin banyak memuji, tapi apakah di hadapan Allah kita mendapat pujian? Manusia mungkin bahagia bersama kita, tapi apakah Allah mau bertemu kita nanti atau mungkin kita dicampakkan di neraka gara-gara yang telah kita tidak-lakukan-untukNYA? Lupa bahwa segala sesuatu harus ALLAH ORIENTED bukan MAKHLUK ORIENTED.

Wallahu a’lam…

Hanya tidak ingin menjadi mereka yang di-amini Rasulullah saw. saat Jibril berdoa saja,

Rasulullah saw. bersabda: “Malaikat Jibril berkata kepadaku: ‘Rugi dan hinalah seseorang yang mendapati bulan Ramadhan sampai bulan Ramadhan berakhir sebelum ia mendapatkan ampunan Allah.’ Maka aku katakan: Aamiin. [HR. Al-Bukhari]

Semoga tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: