Hutang Hidup

Hidup itu hanya berhutang saja…

Tidak punya apa-apa lalu difasilitasi. Tidak punya segala lalu diberikan materi. Tidak bisa apa-apa lalu diberi pendamping. Hilang sesuatu lalu diberi lagi, bahkan bisa jadi diganti dengan yang lebih baik. Percayalah kita itu miskin, kita itu fakir, kita itu papa tidak punya apa-apa.

Hidup itu hanya berhutang saja. Awalnya tak mampu lalu diajari sampai bisa. Awalnya merangkak lalu ada yang pegangi sampai lancar berlari. Awalnya tak kenal kata lalu ada yang mengeja sampai mahir bercerita. Awalnya tak bisa menyusun lalu ada manual sampai cekatan menciptakan karya. Sungguh sebenarnya kita bodoh, tak mampu, kita itu tak berdaya.

Bersyukurlah karena Sang Pemberi Hutang tidak pernah menagih semua yang telah dipinjamkan. Berterimakasihlah karena Sang Pemberi Fasilitas tidak pernah mengungkit apa yang telah diberi. DIA hanya memintamu untuk shalat lima waktu saja, mewajibkanmu untuk shaum Ramadhan, menagih 2.5% harta jika sudah cukup haul dan nishabnya, dan memanggilmu saat kau mampu untuk berhaji…

Itu saja…

Mudah bukan? Membayar hutang lalu diganjar pahala, membayar hutang lalu ditambah rejeki, membayar hutang lalu masuk surga.

Jadilah hamba sejati maka hutangmu habis dibeli jadi pahala. Jadilah hamba sejati maka hutangmu lunas berubah jadi surga. Ah… Andai dunia tidak terasa terlalu nyata. Karena kehidupan akhirat itu kekal dan lebih baik untuk dipersiapkan dari pada kehidupan dunia.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Pantaslah bilamana Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mengajarkan kita doa agar dunia tidak menjadi batas pengetahuan seorang mukmin dan muttaqin.

اللهملَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia menjadi perhatian utama kami serta batas pengetahuan kami.” (HR Tirmizi – Hasan)

Bayar hutangmu. Hidup hanya numpang. Jangan sombong dengan yang dimiliki. Karena mudah saja bagiNYA untuk mengambil kembali. Hidup hanya sementara. Jangan mengeluh. Karena DIA hanya memilih mereka yang mampu saja untuk mendapatkan ujian dunia.

Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: