Patah Hati

Suaranya sendu, aku tidak tega untuk tertawa melihat wajah seakan-akan minta dikasihani seperti ini. Orangnya suka iseng, makanya agak aneh saat melihatnya sedih begini. Menunggunya bicara terlalu lama, “Ada apa?” Aku yang mulai.

“Aku ditolak.” Kata-kata pertamanya. “Ternyata tidak enak ya ditolak.” Terkekeh, seakan ada yang lucu.

“Kayak jadi malas ngapa-ngapain sekarang. Terserap semua kekuatan di badan oleh kata-kata penolakannya. Arrrrgh!” Mengacak-acak rambutnya sendiri. Mukanya jadi lesu, pandangannya kosong, sepertinya flashback kembali kejadian yang barusan dia alami. Yang aku tahu, dia sedang dekat dengan seseorang dan aku tidak pernah tahu progres hubungan mereka seperti apa. Yang sedang dekat dengannya saja aku tidak tahu siapa.

“Kenapa begitu dingin? Aku ingin lakukan apapun untuknya. Entahlah kenapa tiba-tiba semuanya berubah dua hari ini. Hanya ingin membuatnya tersenyum, tapi kenapa malah begini akhirnya? Salah dimana ya?” Bicara sendiri seakan aku tidak ada disana. Aku tahu semua orang hanya perlu didengarkan. Terkadang yang punya masalah tidak perlu solusi, mereka hanya butuh didengar saja. Mereka hanya butuh ditemani. Okelah, aku menjadi pendengarmu sekarang, Teman.

“Salahku dimana ya?” Matanya berkaca-kaca sekarang.

Ah, aku tidak suka berurusan dengan masalah yang melibatkan perasaan terlalu dalam. Suka terbawa.

“Mau bagaimana lagi? Apa mungkin kurang sabar kah?” Terkekeh lagi lalu berdecak, “Tsk, sepertinya kurang sabar.” Manggut-manggut sendiri lalu berbalik menatapku sambil nyengir. Matanya menyipit saat tersenyum membuat air matanya mengalir.

“Ups! Sorry.” Sambil tertawa.

“Hahahahaha, dasar cengeng!” Aku menepuk punggungnya. Dia tertawa, mengusap matanya cepat-cepat. Mengatakan beberapa kata penyemangat yang tidak perlu aku tulis disini dengan harapan dia tidak lagi sedih sebelum dia pamit pulang.

Entahlah, begitu besar yang dilakukan oleh manusia untuk membahagiakan manusia lain, walau mereka tahu bahwa ada kemungkinan yang mereka dapatkan hanyalah penolakan. Tapi begitulah cinta. Mau ketawa, sekali lagi begitulah cinta. Andai cinta itu juga bisa membuat apa yang kita lakukan kepada sesama manusia kepada Allah juga, maka cinta jadi pahala, cinta jadi amal, cinta jadi penentu kapling surga yang mana yang akan kita tempati.

Mencintai sesama itu harus. Namun, mari kita hitung kembali berapa persentase usaha mencintai manusia dan mencintai DIA yang menciptakan manusia. Mari kita kalkulasi kembali seberapa sering pengorbanan yang kita berikan kepada orang dibandingkan dengan pengorbanan yang telah kita berikana kepada DIA Sang Maha Penyayang. Padahal jika Allah mencintaimu, maka seluruh langit dan bumi pun akan mencintaimu.

Sesungguhnya apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata: wahai Jibril, sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka Jibril pun mencintainya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia. Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian ditanamkanlah kecintaan padanya di bumi.

Dan sesungguhnya apabila Allah membenci seorang hamba, maka Dia menyeru Jibril dan berkata : wahai Jibril, sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah ia. Maka Jibril pun membencinya. Kemudian Jibril menyeru kepada penduduk langit: sesungguhnya Allah membenci fulan, maka benciilah ia. Maka penduduk langit pun membencnya. Kemudian ditanamkanlah kebencian padanya di bumi.”

(HR. Bukhari Muslim)

Wallahu a’lam…

Masih mending lah hatimu patah karena penolakan manusia, daripada hatimu patah saat menghadap di depanNYA dan mendapat penolakan dariNYA. Masih ada waktu.

One thought on “Patah Hati

  1. your majesty says:

    Sapa sih?? Fiktif atau nyata? Atau based on tru stori??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: