Waktu Jeda

Kenapa manusia harus mengalami waktu jeda?

Jeda untuk menyadari, lalu menyesal, kemudian mengutuk diri… Dasar bodoh. Mereka melakukan kesalahan yang sama berkali-kali namun mengalaminya seakan-akan yang pertama kali. Bertekad untuk tidak melakukannya lagi, dan sudah pasti tekad yang sama yang sudah pernah diucapkan berkali-kali. Seakan semuanya hanyalah sebuah siklus berulang yang suatu hari akan terjadi lagi.

So, this the right time to break the circle!

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” [QS.13:11]

Karena hidup seperti sebuah laboratorium yang penuh dengan eksperimen-eksperimen gagal. Yakinlah bahwa suatu hari pasti akan BERHASIL. Hanya perlu terus merekam semua kebodohan agar tidak dilakukan lagi. Karena melakukan kebodohan yang sama terus-terusan bukan lagi bodoh, tapi mari sebut saja tidak punya otak.

Mari hilangkan waktu jeda. Waktu jeda itu delay. Makin banyak delay, maka makin sedikit yang bisa kita lakukan, makin kurang produktif diri kita, dan semakin tertinggallah diri dari mereka yang memiliki spesifikasi sedikit-waktu-jeda.

Wallahu a’lam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: