Kamu Harus Punya Minimal Satu Anak Yang Sholeh

Punya anak sholeh itu paket lengkap. Pasti sudah tahu kan tentang hadis mengenai tiga hal yg kita bawa saat kita mati nanti,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Jangan sampai yang ngajarin ngaji anak-anak kita itu guru ngaji, harus kita yang ngajarin. Karena mengenal huruf hijaiyah dan membacanya adalah ilmu yang bermanfaat. Suatu hari saat anak sudah besar lalu dia mengajarkannya lagi ke orang lain dan ke anaknya sendiri maka pahala nya juga mengalir ke kita. Dan itu berlaku untuk semua ilmu lainnya, seperti ilmu mengenal huruf, bagaimana cara berhitung, pelajaran moral tentang kebaikan, semua hal yang dapat menjadi manfaat untuk kehidupannya dan suatu hari kemungkinan dia akan mengajarkannya ke orang lain maka pahalanya pun akan mengalir ke kita.

Dan sudah jelas kan tentang amal jariyah? Anak kita duluan yang merasakan. Anak kita makan lalu jadi sehat kita dapat pahala, dia sekolah lalu jadi pintar kita dapat pahala, dia dapat pekerjaan yang layak dan lalu berpenghasilan kemudian penghasilan itu disedekahkan kita pun dapat pahalanya. Karena rangkaian kejadian sampai anak kita besar itu tidak lepas dari jerih payah-keringat basah-banting tulang yang kita lakukan untuk mereka. Mari baca hadis ini:

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Satu dinar yang engkau keluarkan di jalan Allah, lalu satu dinar yang engkau keluarkan untuk memerdekakan seorang budak, lalu satu dinar yang engkau yang engkau keluarkan untuk satu orang miskin, dibandingkan dengan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu maka pahalanya lebih besar (dari amalan kebaikan yang disebutkan tadi, pen)” (HR. Muslim no. 995).

Dan hadist ini,

Dari Al Miqdam bin Ma’dikarib, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Harta yang dikeluarkan sebagai makanan untukmu dinilai sebagai sedekah untukmu. Begitu pula makanan yang engkau beri pada anakmu, itu pun dinilai sedekah. Begitu juga makanan yang engkau beri pada istrimu, itu pun bernilai sedekah untukmu. Juga makanan yang engkau beri pada pembantumu, itu juga termasuk sedekah” (HR. Ahmad 4: 131. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Maka dari itu punya anak yang sholeh yang mendoakan kebaikan untuk kita itu aset paling berharga yang bisa kita miliki. Tidak perlu jadi kaya raya untuk mendapatkan ini, tidak perlu punya rumah atau mobil mewah untuk ini, tidak perlu punya aset dan property dimana-mana untuk dapat ini. Karena kamu hanya butuh jadi sholeh juga untuk menjadi contoh yang baik untuk mereka. Mungkin kesholehan tidak diwarisi lewat DNA, tapi minimal kita berusaha dan sedikitnya dua hal yang pasti kita bawa saat mati; memberikan ilmu yang bermanfaat dan manafkahi mereka sehingga mereka bisa hidup dengan baik sampai mereka bisa berdiri sendiri.

Wallahu a’lam…

Semoga kita semua membawa banyak kebaikan-untuk-menemani karena suatu saat kubur adalah tempat yang (pasti) paling sepi yang kita akan kunjungi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: