Category Archives: 1

Tanda Cinta

Dan Malaikat pun berkata, “Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.”

 

Karena tanda cinta adalah saat orang itu selalu berseliweran di kepala, guling-guling di pikiran, lari-lari seketika tanpa jadwal. Tak perlu mereka tahu bahwa nama mereka disebut dalam doa, di setiap panjat, di waktu-waktu tak tentu – hanya ingin mendoakannya saja saat itu. Mereka tidak perlu tahu, bahkan berharap agar mereka melakukan hal yg sama kepada kita saja tidak terpikir.

‘Do’a seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.’” (HR Muslim)

 

Hanya ingin melihat mereka bahagia saja.

 

Karena doa adalah hal terakhir yang bisa dilakukan karena daya kita tak punya, karena kekuatan kita tak punya; hanya DIA Sang Maha Cinta saja yang bisa, hanya DIA yang Maha Kasih saja yang mampu.

 

Dan saat kamu tersenyum setelah mendoakannya itu disebut…

 

cinta.

Hutang Hidup

Hidup itu hanya berhutang saja…

Tidak punya apa-apa lalu difasilitasi. Tidak punya segala lalu diberikan materi. Tidak bisa apa-apa lalu diberi pendamping. Hilang sesuatu lalu diberi lagi, bahkan bisa jadi diganti dengan yang lebih baik. Percayalah kita itu miskin, kita itu fakir, kita itu papa tidak punya apa-apa.

Hidup itu hanya berhutang saja. Awalnya tak mampu lalu diajari sampai bisa. Awalnya merangkak lalu ada yang pegangi sampai lancar berlari. Awalnya tak kenal kata lalu ada yang mengeja sampai mahir bercerita. Awalnya tak bisa menyusun lalu ada manual sampai cekatan menciptakan karya. Sungguh sebenarnya kita bodoh, tak mampu, kita itu tak berdaya.

Bersyukurlah karena Sang Pemberi Hutang tidak pernah menagih semua yang telah dipinjamkan. Berterimakasihlah karena Sang Pemberi Fasilitas tidak pernah mengungkit apa yang telah diberi. DIA hanya memintamu untuk shalat lima waktu saja, mewajibkanmu untuk shaum Ramadhan, menagih 2.5% harta jika sudah cukup haul dan nishabnya, dan memanggilmu saat kau mampu untuk berhaji…

Itu saja…

Mudah bukan? Membayar hutang lalu diganjar pahala, membayar hutang lalu ditambah rejeki, membayar hutang lalu masuk surga.

Jadilah hamba sejati maka hutangmu habis dibeli jadi pahala. Jadilah hamba sejati maka hutangmu lunas berubah jadi surga. Ah… Andai dunia tidak terasa terlalu nyata. Karena kehidupan akhirat itu kekal dan lebih baik untuk dipersiapkan dari pada kehidupan dunia.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُالْآَخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” (QS Al-An’aam ayat 32)

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS Al-Ankabut 64)

Pantaslah bilamana Nabi Muhammad صلى الله عليه و سلم mengajarkan kita doa agar dunia tidak menjadi batas pengetahuan seorang mukmin dan muttaqin.

اللهملَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا

“Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia menjadi perhatian utama kami serta batas pengetahuan kami.” (HR Tirmizi – Hasan)

Bayar hutangmu. Hidup hanya numpang. Jangan sombong dengan yang dimiliki. Karena mudah saja bagiNYA untuk mengambil kembali. Hidup hanya sementara. Jangan mengeluh. Karena DIA hanya memilih mereka yang mampu saja untuk mendapatkan ujian dunia.

Wallahu a’lam…