Category Archives: Biner itu Indah

Jatuh Cinta

Jatuh cinta itu egois. Jatuh cinta itu ingin memiliki. Jatuh cinta itu resah jika yang dicintai tidak balas mencintai. Jatuh cinta itu takut kehilangan. Jatuh cinta itu ingin mengurung yang dicintai hanya untuk sendiri. Jatuh cinta itu ingin bersama terus. Jatuh cinta itu ingin berdekatan selalu. Jatuh cinta itu ingin tertawa bersama. Jatuh cinta itu ingin hidup dan mati bersama. Jatuh cinta itu marah saat yang dicintai berpaling. Jatuh cinta itu tidak kenal lelah untuk terus memberi. Jatuh cinta itu membuat buta. Jatuh cinta itu membuat tuli. Jatuh cinta itu membuatmu menabrak semua aturan yang menghalangi. Jatuh cinta itu berjuang untuk selalu membahagiakan yang dicintai. Jatuh cinta itu ingin berjalan berdua sampai tua. Jatuh cinta itu tak bisa melepaskan pelukannya. Jatuh cinta itu ingin memuji-muji yang dicintai. Continue reading

Advertisements

Syarat dan Rukun Syahadat

Sejenak terhenyak dan sadar bahwa saat pertanyaan itu diajukan oleh Ustadz Adrial saat kajian Hadist Arba’in di Mushalla Metrasat As Sulaiman, bahwa aku tidak tahu jawabannya.

Malu? Jelas malu. Pertanyaannya sederhana; “Semua Rukun Islam yang lima itu ada Syarat dan Rukunnya. Baik itu Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji. Nah, Sebutkan Syarat dan Rukun Syahadat?”

Melongo saja tidak tahu harus menjawab apa. Biasanya ada beberapa ide yang menyambar di kepala saat ada pertanyaan yang ajukan, tapi pertanyaan yang ini tidak bisa dijawab. Blank.

Karena jadi PR untuk pertemuan selanjutnya, maka browsing internetlah untuk mencari. Akhirnya dapat, dan tetap saja setelah membacanya serasa membaca hal yang baru. Tidak pernah ada kajian yang membahas ini, mengingat-ingat apakah dulu saat menyampaikan materi Asy Syahadain saat menjadi mentor dulu di kampus ada yang seperti ini, tapi sepertinya lupa. Banyak dosa sepertinya.

Jadi, Rukun dan syarat Syahadat adalah sebagai berikut di bawah ini. Penting untuk diketahui? Seorang muslim harus menyadari ini penting. Mengaku muslim dan menjalankan keislaman karena syahadat, namun tidak tahu syarat dan rukun syahadat itu sungguh bodoh. Dan kejahiliyahan (hiperbola) harus diberantas dari setiap pribadi muslim dan muslimah. Continue reading

Empati

Ada aku yang heran dengan orang-orang yang begitu mengusik urusanku. Aku mau shalat kapan itu terserah aku, aku mau tidur kapan saja itu urusanku, mengkritik ini, mengkritik itu. Menyindir-nyindir seakan-akan aku orang yang paling buruk di dunia padahal aku pasti shalat, mau kapan shalatnya ya semauku lah. Dan aku paling benci dibangunkan shalat subuh. Aku yang tahu bagaimana keadaan tubuhku. Kenapa dia yang sibuk?! Kurang kerjaan!

Lalu ada aku yang lain yang sangat heran dengan orang yang yang hanya untuk shalat lima waktu saja malasnya minta ampun. Aku tidak akan mencari-cari kesalahan dia apa untuk mengatakan bahwa dia adalah orang yang paling harus shalat karena dosanya banyak. Aku hanya heran, kenapa dia yang begitu beruntung dengan rejeki berlimpah, semua hal yang diinginkan bisa terpenuhi, cita-cita tercapai satu-satu walau pelan-pelan namun dia tidak bersyukur. Hanya untuk setiap ijin Allah untuk menghirup udara dia tidak mau bersyukur?! Aku menyindir bukan untuk menjatuhkan,tapi ingin mengingatkan. Aku nekat mengusik karena aku sayang bukan karena aku ingin iseng-iseng membangunkan. Continue reading

Anak Kanker Indonesia; Faris

Ini yang dikatakan Faris (10 tahun) saat ditanya kenapa bersedia kakinya diamputasi; “Udah gak tahan sakitnya, Kak… Udahlah dipotong aja. Sekarang cuma senat-senut.” Mengatakanny sangat santai, tersenyum tanpa ada sisa sedikitpun penyesalan. Ya Allah, dia tertawa sedang aku sudah hampir menangis.

Faris adalah pengidap osteosarcoma atau kanker tulang dan baru saja diamputasi kaki kirinya. Umurnya mungkin baru 10 tahun namun keberanian, keikhlasan, dan lurus niatnya menjalani hidup setara orang dewasa. Membayangkan andai saja situasi itu dihadapkan padaku, keputusan apa yang akan aku ambil; amputasi atau tidak? Dan Faris punya jawaban tegas, umurnya baru 10 tahun dan jawabannya tegas. Membayangkan berada pada situasinya saja aku sudah ingin menangis, tapi bocah Faris ini tegas mengatakan YA untuk amputasi kakinya.

Anak-anak belum mengenal konsep mati. Belum tahu juga apa arti kehidupan sesungguhnya. Mereka begitu polos. Kehidupan bagi mereka adalah Mama, Papa, saudara, dan teman-teman bermain mereka. Sehingga jika mereka dalam keadaan kesakitan, bahkan pada saat-saat akhir sakaratul maut mendekati waktu pulang, yang mereka khawatirkan bukan tentang apa yang akan terjadi padaku nanti?’, namun tentang  ‘APA YANG AKAN TERJADI PADA MAMA, PAPA, ADIK/KAKAK JIKA AKU TIDAK BISA MENEMANI MEREKA?‘. Continue reading

Suami Baru Untuk Istriku

Doaku… 

Ya Allah, Berikan suami baru untuk istriku. Suami yang membahagiakannya di dunia dan di akhirat nanti. Suami yang mencintainya karenaMU saja, ya Allah. Suami yang shalih. Suami yang bersamanya menghasilkan keturunan-keturunan yang shalih/shalihah. Suami yang setiap hari selalu bersamanya, menemaninya, tidak pernah meninggalkannya lama-lama. Suami yang tidak banyak janji lalu mengecewakan, tidak banyak memberi harap lalu tidak terlaksana. Suami yang jadi imam yang bertanggung jawab. Suami yang membangunkan rumah mungil namun penuh kebahagiaan. Suami yang bersamanya menyicil untuk menciptakan cita-cita menjadi nyata. Suami yang cinta Rasulullah saw. dan selalu menjadikannya teladan. Suami yang bersamanya menciptakan masyarakat kecil yang madani, berukhuwah, dan berinteraksi dengan ikatan syariat. Bersama-sama menjadi manfaat untuk agama, bangsa, dan negara. Continue reading

Tadi Pagi Aku Bertemu Seorang Bocah

Tadi pagi aku bertemu seorang bocah namanya aneh sekali. Namanya si Polos-Cengeng yang selalu menangis meratapi kekurangannya. Yang tidak berani menjadi tua karena dia tahu banyak konsekuensi yang harus dia hadapi saat ‘tua’ jadi nama tengahnya nanti. Menangis jadi temannya, sendiri menjadi sahabatnya, berdoa dan memohon jadi kegiatan rutinnya. Dia tidak berharap kepada manusia yang jelas-jelas tidak punya daya untuk apa yang dia pinta. Dia hanya dekat dengan Allah azza wa jalla. Dekat-dekat karena ada maunya, baik-baik karena ingin meminta, merayu-rayu karena tak punya apa-apa.

Tapi, dia cepat sekali pergi.

Untungnya siang tadi aku bertemu dengan seorang remaja, dia bilang padaku namanya si Polos-Tak-Tahu-Apa-apa. Nama macam apa pula ini, tak masalah lah yang penting siang ini aku tidak sendiri. Dia menceritakan dirinya. Dia haus mencari tahu, dia lapar karena tidak tahu, dia pun tidak malu saat ejekan datang karena dia tidak mengerti, dia tidak takut coba-coba semua hal untuk bisa tahu suatu arti. Semangat membara didihkan darahnya, gelembungnya meletup lalu menguar, mencipratkan kehangatan kepada setiap orang yang berada di dekatnya. Selalu nyaman bersama dengannya.

Namun dia pun tak bisa lama-lama. Dia bilang akan kembali jika aku memanggilnya. Bagaimana bisa, aku lupa minta nomor handphone-nya.

Continue reading

Surat Cintaku

I’m falling in love with you…

Aku tidak pernah tahu seberapa luas hatimu, Aku tidak tahu setinggi apa sabarmu… Namun aku tahu bahwa seluruh samudera di bumi pun tak bisa mengalahkan luas hatimu, dan aku mendapati sabarmu lebih tinggi daripada puncak everest bahkan tiga kalinya sekalipun. Namun aku sadar bahwa jika tinggi sabarmu dan luas hatimu bisa diukur, maka semuanya ada batasnya. Apakah ada batasnya, Sayangku?

Aku tahu puncak sabarmu setiap saat terkikis. Aku tahu samudera hatimu sering kali surut… Namun puncak itu selalu saja tumbuh menjulang lalu kokoh, terkikis lalu tumbuh lagi dan begitu selalu. Dan Allah tambahkan air di hatimu selalu di saat kau mulai kerontang, saat kau memanjat kepadaNYA. Hey Cantik, sampai mana kekuatanmu, Cinta?

Aku lelaki tak tahu diri yang sering kali membuatmu sedih. Meninggalkanmu di saat aku seharusnya ada disisi, membiarkan saat kau butuh pelukan… Hey Sayang, masihkah kau mau bertahan? Continue reading

Aku Mati Rasa

“Aku mati rasa…”

My eyes automatically point to him… His minds were whispering into my ears – no! – He was whispering to my ears! I was screaming surprised, but I can’t do anything. He came and tied me up with kind of invisible rope – no idea! I can’t move to anywhere, he insisted me to hear what he said. I didn’t understand what kind of language he was saying, but I stand quietly, closed my eyes, and he started babbling;

“Lupa sudah aku menjadi hamba, lupa sudah kalau aku pernah bilang aku cinta, lupa sudah jika dulu aku berlutut memohon kesempatan kedua. Namun kesempatan kedua selalu saja tidak cukup. Tapi Dia selalu bilang selalu ada kesempatan untukku. Lalu kesempatan ketiga itu pun datang, lalu sia-sia. Dia berikan yang keempat, lalu ku buang lagi dengan sengaja. Lalu Dia bungkus rapi dan cantik kesempatan kelima, namun lagi kucampakkan dengan kesadaran penuh. Kesempatan keenam datang, lalu yang ketujuh aku minta. Namun sampai ribuan pun itu selalu belum cukup untukku. Sampai kepekaan itu akhirnya lama-lama terkikis waktu, sampai sensitif itu menebal dilapisi oleh lapis kasar dan keras, sampai lembutnya tak terasa lagi – tak terciri lagi… Aku mati rasa.” Continue reading

WASIAT-ku

This my wishes…

Aku yang menulis di bawah ini berwasiat: bahwa sesungguhnya saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Allah subhanahu wa ta’ala semata, tidak ada sekutu bagi -Nya. Dan sesungguhnya Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba dan rasul -Nya, Isa ‘alaihissalam adalah hamba Allah subhanahu wa ta’ala dan rasul -Nya serta kalimah-Nya yang diberikan -Nya kepada Maryam ‘alaihassalam dan ruh dari -Nya. Dan sesungguhnya surga adalah benar begitu pula dengan neraka. Dan hari kiamat pasti akan datang, dan tidak diragukan lagi, dan sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’alamembangkitkan orang-orang yang berada di dalam kubur.

Aku berwasiat kepada orang yang kutinggalkan dari keluargaku, dan semua kerabatku agar bertaqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, mendamaikan di antara yang bersengketa, taat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan Rasul -Nya, saling memberi wasiat dengan kebenaran dan sabar atasnya. Aku berwasiat kepada mereka seperti wasiat Ibrahim ‘alaihissalam kepada anak-anaknya dan Ya’qub ‘alaihissalam:

Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrahim berkata):”Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“. (QS. al-Baqarah :132) Continue reading

ALLAH…, aku cuma mau bilang: I LOVE YOU SO MUCH!!!

Aku yang selalu bilang ke adik-adikku bahwa hiduplah untuk hari ini, karena hari ini adalah kenyataan dan besok belum tentu diciptakan untuk kita. Semuanya harus jadi yang terbaik untuk hari ini; shalat malam terbaik, shalat lima waktu yang terbaik, infaq terbaik, rawatib terbaik, shalat dluha terbaik, senyum terbaik untuk saudara kita, membantu dengan bantuan terbaik, tilawah yang terbaik, semuanya harus yang terbaik. Agar jika hari ini ada panggilan dari Allah untuk menghadap, maka kita menghadap dengan pakaian keimanan dan ketaqwaan yang terbaik.

Dan -wallahu a’lam- hari ini terasa begitu indah dan kegembiraan yang berbeda membuncah-buncah entah dari mana. Ingin aku ceritakan kepada dunia bahwa hari ini aku sedang sangat bergembira. Alhamdulillahirabbil ‘alamiin. Segala puji bagiMU ya Rabb semesta alam. Andai semangat ini selalu ada setiap harinya. Pelihara perasaan ini lebih lama ya Rabb, ya Allah tabaraka wa ta’ala.

Bertekad untuk mempersembahkan semua yang terbaik untuk hari ini, dan mempersiapkan diri jika hari esok menjelang lagi. Memohon ampun atas banyak salahku, bersyukur atas segala nikmat. Melihat sekitar dan ternyata semuanya begitu indah. Menelaah sekeliling dan ternyata terlalu banyak hikmah. Bercermin melihat diri dan sangat sempurna aku diciptakan. Memandang begitu banyak saudara kita  dan begitu ramah lingkungan kita, maka begitu beruntungnya aku. Continue reading